Membidik Potensi Digital Payment Balik Kemeriahan Mobile Game

Membidik Potensi Digital Payment Balik Kemeriahan Mobile Game

Industri mobile game di Indonesia kian meriah. Fenomena ini harus segera dioptimasi dengan memberikan layanan yang mudah dan cepat. Disinilah peran digital payment sebagai solusi metode pembayaran.

Saat ini, mobile game sebenarnya sudah menjadi bisnis yang besar. Sepintas hal itu mudah terlihat dari para pemainnya. Orang yang memainkan game di gadget masing-masing sangat gampang ditemukan.

Potensi besar industri game terlihat dari nilai yang dicapai di Indonesia. Menurut Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, hingga 2017, nilai industri game di negeri kita telah mencapai 882 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Kedepan, nilai itu akan bertambah terus. Sebab, pertumbuhannya di Indonesia mencapai 25 hingga 30 persen per tahun. “Jika pertumbuhannya konsisten, diprediksi nilai industri game Indonesia dapat mencapai 1,82 miliar dollar AS di tahun 2021,” kata Triawan.

Bagi pebisnis yang jeli, hal ini merupakan peluang besar. Salah satunya datang dari penjualan item. Itu dibuktikan oleh game Mobile Legends yang mengeruk pendapatan sebesar 5,3 juta dolar AS sejak diluncurkan pada November 2016 hingga Maret 2017.

Hal tersebut bisa terjadi karena demografi pemain game yang spesial. Menurut riset Newzoo pada tahun 2016, pemain mobile game didominasi kalangan laki-laki berusia 21-35 tahun. Persentasenya mencapai 27%. Posisi kedua masih diduduki oleh kaum pria di kalangan usia 10-20 tahun sebesar. Mereka disusul oleh para pria yang berumur 36-50 tahun.

Namun, para perempuan ternyata juga gemar bermain game. Porsi terbesar datang dari mereka yang berumur 21-35. Fakta ini menunjukkan bahwa usia 21-35 tahun merupakan lahan utama bagi perusahaan game. Di usia ini, mereka termasuk kalangan pekerja yang mau mengeluarkan uang demi permainan kegemarannya.

Tidak mengherankan, pemanfaatan koneksi API Gateway seperti digital payment dengan sistem potong pulsa mulai marak. Banyak pihak yang berlomba-lomba untuk menerjuninya. Sebagai contoh adalah UPoint yang diluncurkan oleh Telkomsel serta XKoin yang dihadirkan oleh PT XL Axiata.

Layanan Telco API sebagai Jawaban

Kedua platform digital payment tersebut mengandalkan salah satu bentuk layanan Telco API yang tersedia di Apigo, yakni sistem potong pulsa. Ini menandakan sistem yang juga dikenal dengan carrier billing tersebut memang memiliki potensi besar.

Bisnis Anda dapat terintegrasi dengan potong pulsa dengan Telco API Platform, Apigo. Lewat Apigo Digital Payment (Digipay) aplikasi game Anda dapat terhubung dengan metode pembayaran potong pulsa dan T-Cash. Kedua produk itu memudahkan pengguna aplikasi Anda untuk melakukan pembayaran.

Sistem pembayaran carrier billing yang memberi fleksibilitas dalam pembayaran konten digital termasuk mobile game. Pelanggan bisa langsung melakukan pembayaran hanya dengan potong pulsa. Cocok sekali untuk menggarap pasar industri game yang besar.

Pembayaran yang mudah ini dapat juga Anda sediakan dengan T-Cash. Pengguna hanya perlu memiliki akun T-Cash untuk melakukan top-up saldo.

Apigo memudahkan Anda untuk menyediakan sistem pembayaran yang mudah. Selain sistem pembayaran, terhadap beragam produk telco yang bisa diintegrasikan dengan Apigo. Semua dilakukan untuk memberikan layanan yang mudah dan berinovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.