Perbedaan Jaringan Internet Antar Generasi 1G Hingga 5G | Apigo.id

Perbedaan Jaringan Internet Antar Generasi 1G Hingga 5G

Tidak Hanya Ponsel, Jaringan Internet pun Mengalami Perkembangan dan Kecanggihan.

Seperti yang kita ketahui, bahwa smartphone membutuhkan jaringan internet untuk dapat mengoperasikan fitur-fitur aplikasi dan komunikasi yang ada di dalamnya. Jaringan internet disediakan oleh provider operator seluler, untuk membantu pengguna ponsel mengakses internet.

Jaringan internet dari waktu ke waktu mengalami perkembangan. Dimulai dari jaringan 1G yang hanya mampu melakukan transmisi data analog, yang menerjemahkan gelombang audio. Kemudian dari waktu ke waktu jaringan internet mengalami perkembangan hingga dapat mentransmisi data dalam bentuk gambar, video, warna. Kecepatan transmisi data ini pun juga mengalami perkembangan, menjadi berbagai ragam jaringan internet.

Jika Anda memperhatikan di bagian notification bar, letaknya di sebelah sinyal, terdapat huruf khusus yang menjadi indikator kondisi jaringan internet smartphone Anda. seperti simbol G, E, H, 3G, H+, 4G, hingga 5G. Simbol-simbol tersebut adalah indikator jaringan sinyal:

  • G menandakan sinyal GPRS atau General Packet Radio Service, dengan maksimal kecepatan 114 kbps.
  • E menandakan Edge atau Enhanced Data rates for GSM Evolution dengan maksimal kecepatan 217 kbps.
  • 3G artinya Digital Broadband Packet Data, dengan kecepatan 500-700 kbps.
  • Sinyal H menandakan HSPA atau High Speed Packet Access, kecepatannya mencapai 7.2 Mbps.
  • Sinyal H+ menandakan HSPA+ atau Envolved High Speed Packet Access.

Generasi Jaringan Internet

Jaringan yang ramai diperbincangkan belakangan ini adalah jaringan 5G. Lalu apa bedanya jaringan 5G dengan generasi jaringan sebelumnya?

Sinyal Generasi Pertama (1G)

G adalah generation atau generasi. Sinyal generasi pertama ini bukanlah sinyal smartphone. Sinyal yang pertama kali ditangkap oleh ponsel tombol yang belum memiliki kamera ataupun alat pemutar musik. Ponsel pertama kali yang memiliki layar hitam-putih. Kecepatan generasi pertama hanya dapat mencapai 14,4 kbps. Kecepatan yang sangat kecil tidak dapat mengakses data internet yang ukurannya jauh lebih besar.

Sinyal Generasi Kedua (2G)

Sinyal 2G atau Generasi Kedua, menjadi jaringan pertama yang ditangkap dalam teknologi digital. Kecepatannya sekitar 9-14,4 kbps. Sinyal generasi kedua memilikidua jenis peningkatan. Peningkatan pertama yaitu sinyal 2,5G atau GPRS yang memiliki kecepatan lebih tinggi sekitar 56-115 kbps. Peningkatan kedua adalah sinyal 2,75G atau Edge (Enhances Data rates for GSM Evolution), memiliki kecepatan 3x dari GPRS.

Baca Juga:
Waspada Penipuan Melalui SMS, Gunakan Cara Ini Untuk Menghindarinya
Berbagai Kemudahan Fitur LinkAja Untuk Transaksi Sehari-hari
Kemudahan Registrasi dan Login dengan Nomor Handphone

Sinyal Generasi Ketiga (3G)

Jaringan 3G memiliki kemampuan satu tingkat lebih tinggi daripada sinyal Edge. Memiliki kecepatan sampai 480 kbps, sehingga dapat membantu pengguna ponsel untuk menonton video streaming ataupun video call. Jaringan 3G juga memiliki peningkatan HSUPA (High Speed Uplink Packet Access), HSPA (High Speed Packet Access), HSPA+ (High speed Packet Access +), dan EV-DO (Evolution Data Optimized). Empat peningkatan sinyal tersebut memiliki kecepatan di atas jaringan 3G biasa.

Sinyal Generasi Keempat (4G)

Jaringan 4G atau Generasi Keempat adalah pengembangan dari jaringan sinyal 3G. jaringan ini memiliki sistem berbasis IP yang terintegrasi penuh. Kecepatannya mencapai 100 Mbps dengan harga yang cukup terjangkau oleh saku Anda.

Sinyal Generasi Kelima (5G)

Sinyal 5G memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat daripada 4G. kecepatannya mencapai 1 Gbps (Giga bit per second). Dengan jaringan yang sangat cepat, akan memudahkan teknologi-teknologi baru untuk berkembang.

Dewasa ini, jaringan 5G sudah digunakan di beberapa negara. Di Indonesia sendiri belum semuanya dapat menggunakan jaringan generasi kelima ini. Walaupun Telkomsel sudah memiliki jaringan 5G di Indonesia, masyarakat Indonesia diperkirakan baru dapat menggunakan jaringan 5G pada tahun 2021. Hal ini disebabkan karena tidak semua provider sudah beralih ke jaringan 5G.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.