Peluang Payment Gateway Dari Data Penetrasi Kartu Kredit yang Minim di Indonesia

Peluang Payment Gateway Dari Data Penetrasi Kartu Kredit yang Minim di Indonesia

Penetrasi credit card yang tidak tinggi memberikan peluang digital payment gateway terbuka luas di Indonesia. Ini sejalan dengan laju pertumbuhan bisnis online membuat bisnis harus memberikan solusi sistem pembayaran yang mudah namun tetap menjadi keamanan.

Perkembangan bisnis online harus diimbangi dengan sistem pembayaran secara online di Indonesia seperti keberadaan payment gateway. McKinsey memproyeksikan nilai pasar e-commerce dalam negeri pada 2020 sudah akan menyentuh angka Rp910 triliun.

Data itu menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Namun, sejatinya jika tidak ada kendala sistem pembayaran, perkembangan bisnis online di dalam negeri bisa lebih cepat lagi.

Saat ini, banyak customer bisnis online yang masih melakukan pembayaran dengan cara konvensional. Sistem Cash On Delivery misalnya. Mereka baru membayar secara tunai ketika barang sampai di tempat tujuan. Ini jelas kurang simpel.

Memang ada pula yang sudah memanfaatkan jasa bank. Transfer online dilakukan untuk membayar. Namun, ini kurang praktis karena seringkali masih membutuhkan konfirmasi. Selain itu, ada pula risiko keamanan seperti penipuan.

Sebenarnya ada satu sistem pembayaran yang praktis dan aman untuk berbelanja online. customer bisa menggunakan kartu kredit. Namun, ternyata pemegang kartu kredit di Indonesia sangat minim.

Penetrasi Kartu Kredit

Kondisi itu kian memprihatinkan karena tren yang ada malah memperlihatkan penurunan pemegang kartu kredit. Berdasarkan data Statistik Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), jumlah kartu kredit pada 2017 berkurang sebanyak 162 ribu unit menjadi tinggal 17,2 juta unit dari tahun sebelumnya. Penurunan ini merupakan yang pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir.

Terdapat beragam alasan yang membuat penetrasi kartu kredit di Indonesia minim. Aturan yang ketat dari BI seperti membatasi pemegangnya dari tingkat pendapatan tertentu sangat berpengaruh. Belum lagi persyaratan dari bank penerbit yang kian menyulitkan.

Hambatan masih ditambah dengan jumlah pemilik rekening bank di dalam negeri yang juga minim. Berdasarkan data Financial Inclution Index oleh Bank Dunia pada 2014, hanya 36 persen atau sekitar 90 juta penduduk dewasa Indonesia yang memiliki rekening di bank. Ini semakin memperkecil peluang penerbit kartu kredit untuk mencari calon pengguna baru.

Dalam kondisi seperti ini, keberadaan payment gateway Indonesia akan sangat membantu. Sistem pembayaran modern seperti ini bisa menjadi solusi bagi bisnis dalam melakukan transaksi yang simpel, mudah, dan aman.

Payment gateway adalah sebuah sistem yang mengotorisasi proses pembayaran dari pembeli ke penjual. Payment gateway Indonesia berperan sebagai perantara antara bisnis dengan dengan penyedia sistem pembayaran digital.

Keberadaan payment gateway Indonesia memudahkan penjual dan pembeli. Sebab, transaksi akan mudah dilakukan dan keamanannya dijamin.

Sebagai penyedia layanan API Gateway untuk produk telekomunikasi, Apigo hadir dengan API untuk pembayaran dengan T-Cash dan Potong Pulsa (Direct Carrier Billing). Kedua sistem pembayaran ini bisa Anda temukan di Apigo Digital Payment (Digipay).

Selain menyediakan sistem pembayaran yang mudah, Anda dapat mengkombinasikan dengan telco API lainnya seperti messaging, voice dan base.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.