Mengelola Big Data Sebagai Bahan Bakar Bisnis Teknologi

Mengelola Big Data Sebagai Bahan Bakar Bisnis Teknologi

Kemampuan mengelola big data adalah sebuah keharusan. Big data menjadi bahan bakar untuk menjalankan bisnis teknologi masa kini.

APIGO – Di era revolusi industri 4.0, big data adalah bahan bakar baru yang sangat membantu perkembangan bisnis teknologi. Bagaimana mengelola big data agar dapat menguntungkan, dikupas dalam event seminar diskusi CTO Meetup Jakarta (Chief Technology Officer), yang bertema “How to monetize the big data for your business?”. Acara ini berkolaborasi dengan Apigo dan Datacomm, diadakan di Hall Function PT Datacomm Diangraha, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Hari Kamis, 28 Maret 2019.

Seusai coffee break, acara dimulai oleh Ley Suprapto, co-host CTO Meet Up Jakarta. Kemudian disambut oleh Bapak Luk Phin Tirtokuntjoro selaku Direktur Operasional Datacomm Digital Service. Setelah pembukaan acara, para pembicara memaparkan materi yang berkaitan dengan penggunaan Big Data. Materi pertama disampaikan oleh Effendi Susanto selaku CTO dari Telunjuk.com.

Menghasilkan Produk Dengan Mengelola Big Data

Effendi menyampaikan bagaimana produk Telunjuk.com mengelola big data dan mengklasifikasi data-data acak yang tersebar di jagat internet. Setelah data terkumpul, Telunjuk.com memberikan contoh perbandingan harga data dari setiap e-commerce.  Perbandingan harga data ini dapat membantu customer mempertimbangkan pilihan terhadap pengelolaan data. Data-data tersebut didapatkan dari data yang tersebar secara umum, dan yang tidak bersifat melanggar hukum. Sebaran data itu dikelola, diklasifikasi, sehingga dapat dijual kembali ke market.

Software as a Service

Materi seminar diskusi kedua disampaikan oleh Ahmad Sutanto selaku Product Manager of Apigo.  Ahmad menjelaskan tentang Software as a Services, bagaimana penggunaan software kepada user, memberikan value yang lebih sehingga user dapat merasakan manfaat dari software yang ditawarkan. Penyampaian value produk dapat diberikan dalam berbagai bentuk layanan, seperti layanan Freemium, VSB, SMB, SME/Enterprise.

“Bisnis (software) biasanya dimulai dengan memberikan layanan freemium. Freemium berfungsi untuk mengenalkan secara basic, value, dan layanan apa saja yang dapat diterima oleh user. Fasilitas ini bebas dilakukan selamanya, asalkan tidak lebih dari kadar yang telah ditentukan. Setelah user menyadari pentingnya layanan software, maka diberikan layanan berbayar secara bertingkat disesuaikan dengan budget customer.” papar Ahmad.

Pentingnya Big Data Dalam Promosi

Selain memaparkan layanan bisnis yang dapat digunakan untuk mengundang pelanggan, Ahmad Sutanto juga menjelaskan betapa pentingnya penetapan harga yang sesuai dengan budget customer, dan pentingnya mengelola big data untuk melakukan promosi produk.

“Saat ini banyak orang yang memanfaatkan ads sebagai fuel (bahan bakar) yang utama. Tapi untuk long term, akan jadi biaya yang sangat berat,” jelas Ahmad

Pengelolaan big data juga dapat membantu efisiensi dana anggaran promosi. Dengan pengelolaan data yang tepat, proses pengenalan produk atau promosi ke customer pun dapat disampaikan tepat sasaran. Potensi konsumen membeli produk akan menjadi tinggi, dan akan membawa bisnis kepada keuntungan besar.