Asal Usul Ponsel dan Operator Seluler di Indonesia dari Masa ke Masa | Apigo.id

Asal Usul Ponsel dan Operator Seluler di Indonesia dari Masa ke Masa

Pernah Terpikirkan Bagaimana Asal Usul Ponsel yang Ada di Genggaman Anda? Simak Ulasan Berikut Ini

Era tahun 1970-an, negara-negara maju di Eropa sudah menggunakan teknologi ponsel, sedangkan Indonesia baru dapat menikmati kecanggihannya sekitar tahun 1985-1992, dengan berbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT). Ponsel ini merupakan asal usul ponsel pertama yang hadir di Indonesia. Model ponsel yang digunakan memiliki berat hampir setengah kilogram. Harganya cukup mahal, sekitar 10 juta rupiah per unit. Memiliki bentuk persegi panjang yang cukup tebal, dan hanya mampu digunakan untuk menelepon.

Teknologi ponsel pertama kali adalah jenis NMT-470 dan NMT-450 yang dioperasikan ole PT Rajasa Hazanah. Sistem analog seluler yang berfungsi untuk mengoperasikan telepon seluler, berupa Advance Mobile System (AMPS), ditangani oleh empat operator yakni PT Elektrindo Nusantara, PT Centralindo, PT Panca Sakti, dan Telekomindo.

Periode Tahun 1993-1999

Ponsel membutuhkan sistem operasi jaringan yang cukup memadai untuk memudahkan penduduk Indonesia berkomunikasi. Pada tahun 1993, PT Telkom membuat proyek percontohan digital Global System for Mobile atau GSM di Pulau Batam dan Pulau Bintan. Proyek ini merupakan
pengembangan teknologi generasi kedua (2G) atau GSM di Indonesia. Dengan proyek ini, maka sistem operasi ponsel di Indonesia akan berpindah dari AMPS menuju GSM.

Satu tahun kemudian, PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) memulai operasi operator GSM pertama di Indonesia, di daerah Jakarta dan sekitarnya. Pada tahun 1994 juga, ponsel-ponsel merk Nokia, Ericsson, dan Siemens mudah ditemukan di pasaran.

Hasil dari pengembangan teknologi yang dilakukan PT Telkom, menuai hasil memuaskan pada tahun 1995. Proyek ini menjadi asal usul ponsel GSM bertebaran di daerah Batam dan berlanjut ke provinsi-provinsi di Sumatera.

Sampai pada tahun 1996, Telkomsel sukses mengoperasikan kartu Halo di Medan, Surabaya, Bandung, dan Denpasar, hingga mencapai Ambon. Asal usul ponsel GSM tiba di daerah Timur Indonesia berkat Telkomsel. Di penghujung tahun 1996, PT Exelcomindo Pratama (Excelcom) hadir sebagai operator GSM ke-3 di Indonesia,

Tahun 1997, Telkomsel memperkenalkan kartu prabayar GSM pertama yang bernama Simpati, sebagai alternative kartu halo yang merupakan layanan pascabayar. Pada tahun ini, pemerintah juga berencana untuk memberikan lisensi untuk 10 operator baru yang berbasis GSM 1800, atau bisa disebut juga sebagai PHS (Personal Handy-phone System) dengan menggunakan frekuensi 1800 MHz. Namun, karena krisis moneter kebijakan ini dibatalkan.

Satu tahun setelahnya, Excelcom meluncurkan kartu prabayar Pro-XL, disusul oleh Satelindo meluncurkan kartu prabayar Mentari. Walaupun pada tahun ini krisis moneter terjadi di Indonesia, jumlah ponsel di pasaran semakin meningkat. Tahun 1999, Indonesia memiliki 2,5 juta pengguna ponsel, yang sebagian besar adalah pengguna kartu GSM prabayar dari Simpati, Mentari, dan Pro-XL.

Periode Tahun 2000-2007

Setelah delapan tahun ditemukan oleh Nokia, layanan pesan singkat SMS (Short Message Service) laris digunakan pada tahun 2000 di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 2000-2007 ponsel mengalami perkembangan yang cukup tinggi. Inovasi berbagai jenis ponsel mulai berkembang di mana-mana. Dari ponsel berbentuk persegi panjang dengan 9 tombol, sampai ponsel layar sentuh yang dilengkapi dengan slider, sehingga ada tombol yang tersedia untuk pelanggan jika ingin mengetik dengan tombol. Ada pula ponsel layar sentuh yang dilengkapi stylus (pulpen kecil), sebagai pointer ponsel.

Asal usul ponsel dengan layar berwarna di Indonesia hadir pada tahun 2003. Pada masa ini pula ponsel CDMA mulai menanjak. Telkom Flexi hadir dengan teknologi CDMA 2000 1X, kemudian disusul dengan ponsel Esia dari Bakrie Telecom, Fren & Hepi dari Mobile8, Star One dari indosat, Smart dari Lippo Telecom, dan Ceria dari Sampoerna Telecom.

Pada tahun 2003 juga, Ponsel Esia pada sempat diberikan julukan “Ponsel Sejuta Umat”. Hal tersebut karena harga ponselnya yang sangat terjangkau, dan biaya SMS serta telepon yang sangat murah untuk ke sesama operator esia. Membuat banyak orang berbondong-bondong untuk memiliki ponsel ini.

Periode Tahun 2007-2016

Dimulai tahun 2007, merupakan masa di mana asal usul ponsel layar sentuh laris dan berkembang semakin canggih. Pada tahun 2007 juga, ponsel layar sentuh Apple tiba di Indonesia. Ponsel ini menjadi pesaing berat bagi Nokia, Samsung, dan brand ponsel lainnya.

Pada tahun 2014, Menkominfo mengeluarkan peraturan tentang penataan pita frekuensi radio 800 Mhz, mengarahkan setiap operator seluler yang menggunakan telekomunikasi code-division multiple access (CDMA) harus pindah ke frekuensi GSM sebelum Desember 2016. Sehingga setelah Desember 2016, sudah tidak ada lagi yang dapat menggunakan ponsel CDMA di Indonesia.

Baca Juga:
Fakta-fakta Menarik Layanan SMS Ini Perlu Anda Ketahui
Perbedaan Jaringan Internet Antar Generasi 1G Hingga 5G
Ragam Teknologi Unik Tahun 2019

Periode Tahun 2016-Sekarang

Pada periode tahun 2016 hingga sekarang, peredaran produk ponsel yang masuk ke Indonesia tidak lagi memakan waktu yang lama, seperti saat tahun 1985. Setiap kali ada aplikasi terbaru tidak lagi menunggu selama 8 tahun, seperti pertama kali SMS ditemukan tahun 1992, namun baru laris pada tahun 2000 di Indonesia. Dewasa ini, perkembangan teknologi semakin cepat dan semakin global. Jika tahun ini Apple mengeluarkan ponsel terbarunya, maka tidak perlu menunggu selama berbulan-bulan, konsumen Indonesia pun juga dapat memilikinya.

Ponsel yang dahulu berukuran besar, berat, dengan keterbatasan fitur yang ada, terus berkembang hingga saat ini dengan berbagai jenis fitur dan tampilang yang lebih sederhana namun canggih. Kira-kira, apa ya yang akan terjadi bagi industri ponsel dan seluler di Indonesia 10 tahun mendatang?